NGEDIT DOKUMENTER, ANTARA PUSING DAN NIKMAT

28 09 2007

Kemaren, gue ngedit dokumenter tentang Aceh untuk yang kesekian kalinya.  Gak tau kenapa, kalo ngedit film soal Aceh pasti butuh tenaga dan fikiran ekstra dibanding ngedit yang laen, mungkin karena keterlibatan emosional thd Aceh (secara gue hampir setahun tinggal disana..fyuuuuh) atau karena lagi overload aja nih otak? Tapi yang pasti gue tetep dapet kenikmatan ngedit saat ngedit dokumenter. Selalu ada ide-ide baru kalo ngedit dokumenter, karena menurut gue dokumenter itu bisa diceritakan dalam berbagai cara. Yang pasti ada ngotot-ngototan adu persepsi sebelum ketemu jalan keluarnya, ada kertas berserakan yang isinya coret-coretan struktur, yang kadang suka dibuang sama OB kalo pagi, ada bete-bete’an,ada acara nunggu mood segala,hahaha…Pokoknya selalu bisa mencoba cara baru (walau orang laen udah pernah pake cara itu,kan gue belum jadinya tetep di itung baru.hehehe). Yang pasti kalo udah dapet struktur cerita dan dramatiknya, hmmm feels like orgasm. Hahaha… Eh, ini pengalaman pribadi yaa, jangan disangkut pautkan dengan ilmu-ilmu dan teori film editing loh. Halaaah!


Actions

Information

2 responses

5 11 2007
Ajeng

Kayaknya mengarap dokumenter tlah menjadi jiwamu..
mungkin karena dokumenter masih mengutamakan semangat idealis kita. Ya nggak?!

yang nggak perlu mikirin gmana share penonton, atau yang berkaitan dengan keuntungan secara finansial.

it’s all about passion!!

22 11 2007
Achmad Thaouviek

sebenernya, lebih kepada tuntutan dapur juga sih. Hahaha kidding. thanks buat komennya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: